Mahasiswa KPI IAIN Kudus Belajar Bareng PEKA UMK


Mahasiswa KPI IAIN Kudus Belajar Bareng PEKA UMK




KUDUS-Senin (3/12/18), mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) C semester 5 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, berkunjung ke LPM Pena Kampus (PEKA) Universitas Muria Kudus (UMK) untuk mengetahui dan belajar mengenai proses jurnalistik di LPM PEKA UMK.  Kegiatan ini merupakan tugas akhir yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah jurnalistik, Primi Rohimi, S.Sos, MSI.  dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui praktik langsung proses pembuatan karya jurnalistik bukan hanya mengetahu teori-teori mengenai jurnalistik.

Anggota LPM PEKA UMK yang kebetulan ada di sana ada Mathoril Hudha yang merupakan pemimpin umum PEKA UMK, Moh. Luqman Hakim  sebagai sekertaris umum, Tita Wuryaningrum  dan Dewi Lestari sebagai anggota.

Produksi redaksi yang ada di LPM PEKA UMK yaitu redaksi majalah dan buletin. Pada produksi majalah, PEKA UMK biasanya menerbitkan setiap satu semester atau enam bulan sekali. Sedangkan untuk buletin dua minggu hingga enam minggu bisa diterbitkan.

"Konten yang ada di majalah PEKA ini lebih mengutamakan peristiwa yang sedang ramai dibicarakan dan lebih mengutamakan khalayak umum (dalam dan luar kampus). Sedangkan untuk buletin hanya peristiwa yang terjadi di dalam kampus yang kami buat" jelas Dewi Lestari.

Proses redaksi majalah LPM PEKA UMK terlebih dahulu mengadakan rapat redaksi. Rapat redaksi yang dipimpin oleh pimpinan redaksi (pimred) akan menentukan jobdesk setiap anggota. Barulah setelah itu, masing-masing anggota yang bertugas sebagai reporter harus membawa 1 buah ide beserta alasan untuk melakukan proses peliputan.

Setelah berbagai ide yang dikemukakan oleh reporter redaksi disetujui, maka proses selanjutnya adalah terjun langsung untuk melakukan liputan. "Baik narasumber maupun hasil foto,  biasanya reporter redaksi sendiri yang menentukan. Namun jika memungkinkan, fotografi juga dapat bekerja sama dengan reporter redaksi agar menghasilkan foto atau gambar yang lebih baik.", jelas Moh. Luqman Hakim.
 
Hasil liputan kemudian di edit oleh editor. Seorang editor biasanya bekerja untuk meneliti penulisan ejaan yang salah atau kalimat yang kurang tepat. Namun biasanya jika ada kalimat yang kurang tepat, maka reporter redaksi akan diberi tahu untuk mengganti kalimat agar menjadi kalimat yang lebih baik.

Langkah sebelum proses pencetakan adalah, proses layout. Layouter harus sebisa mungkin mengatur tata letak hasil redaksi yang akan dicetak agar lebih menarik. "Berhubung di antara kami tidak ada yang bertugas sebagai layouter, kurang lebih layouter di sini harus membuat desain yang menarik, apakah nanti penulisan akan dibuat dua kolom, atau tiga. Lalu gambar sebagai pelengkap akan ditaruh di bagian mana, atas, bawah, atau samping.", jelas Mathoril Huda.

"Majalah PEKA UMK sekarang ini tidak memliki tempat percetakan yang tetap.  Kami selalu gonta-ganti percetakan. Dulu pernah kami bekerja sama di salah satu percetakan di Jogja. Namun suatu hari, ada kendala terkait waktu pengiriman barang yang lama. Yang seharusnya jadi di deadline hari yang sudah ditentukan, ternyata malah melebihi deadline harinya. Semenjak itu kami, mencari dan mencoba percetakan-percetakan lain." jelas Moh. Luqman Hakim. Sedangkan untuk percetakan buletin, LPM PEKA UMK biasanya menggunakan kertas hvs yang kemudian print out sendiri. 


Riza Maulida



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Lagu Yong Junhyung (feat. 10cm) - Shudden Shower (Romanization, English Translete, Terjemahan Indonesia)